Uzbekistan juga baru-baru ini memperluas bisnisnya ke Afghanistan setelah Taliban menguasai negara itu tahun lalu. Bagi orang yang ingin benar-benar keluar dari jaringan, orang Uzbekistan bahkan dapat memalsukan kematian.
Dengan USD500 (Rp7 jutaan), dia dapat membuat sertifikat kematian Turki, yang kemudian dikirim ke konsulat negara asal orang tersebut.
"Kecuali Anda adalah Abu Bakr Baghdadi (pemimpin ISIS yang meninggal setelah meledakkan rompi bunuh diri pada 2019), tidak ada yang akan pergi ke kamar mayat untuk memeriksa apakah Anda benar-benar mati. Mereka hanya akan menerima dokumen itu dan memasukkannya ke dalam sistem," pungkasnya.
(Rizka Diputra)