HASIL pemindaian mumi anak Mesir kuno yang dikubur di sebuah makam 2.000 tahun yang lalu menjelaskan, mereka dikubur dengan luka kaki yang dibalut dan dipenuhi nanah. Anak itu diperkirakan berusia antara 2,5–4 tahun yang diketahui dari pakaian asli Mesir kuno.
Mumi itu awalnya ditemukan di Makam Aline Hawara pada tahun 1892.
Diperkirakan berasal dari sekitar 24 M, di mana kuburan ini terkenal karena tiga dari delapan mumi penghuninya telah dihiasi dengan potret individu. Juga digambarkan mengenakan perhiasan sederhana dan ikal di rambutnya, dianggap sebagai tengah dari tiga putri Aline.
Wanita kelas menengah atau atas ini, yang namanya diambil dari makam, diidentifikasi berkat sebuah prasasti yang juga mencatat bahwa dia meninggal pada usia 35 tahun.
Peneliti memperoleh akses ke mumi melalui kerja sama museum di Jerman, Italia, dan Swiss, yang memamerkannya.
Secara total, 3 dari 21 anak menunjukkan tanda-tanda luka di kulit dan infeksi. Salah satu anak perempuan berusia 4 tahun masih memiliki perban menempel di atas lukanya.
Hal ini merupakan penelitian pertama yang menggambarkan struktur yang divisualisasikan secara radiologis yang konsisten dengan nanah kering pada mumi Mesir kuno. Penelitian ini juga menunjukkan pakaian Mesir kuno asli.
“Mumi-mumi ini memberi petunjuk tentang bagaimana orang Mesir kuno mengobati infeksi atau abses,” tutut Albert Zink, anggota peneliti melansir dari Daily Mail.
Mumi anak perempuan berusia 4 tahun itu adalah satu dari delapan yang ditemukan dari Makam Aline. Segel makam dibuka tahun 1892 oleh arkeolog Jerman Richard von Kaufmann di Faiyum Oasis, barat daya Kairo.
Nama makam ini diambil dari nama salah satu penghuninya, seorang wanita yang dirujuk dalam prasasti makam. Muminya dimakamkan bersama dua anak perempuan yang diyakini sebagai putrinya. Gadis kecil dengan luka itu adalah salah satunya.
Karena beberapa hal yang tidak tepat dalam prasasti, periode waktu sulit ditentukan. Namun teks di makam menunjukkan orang-orang di kuburan itu hidup selama Periode Romawi Mesir, abad pertama atau kedua Masehi.