SEORANG pekerja perusahaan transportasi umum (MTA) di New York, Amerika Serikat, kehilangan sebagian kaki kirinya, sementara kaki kanannya patah setelah ditabrak kereta cepat Q. Pria bernama Andre Downes itu berencana menuntut secara hukum dan kini sedang mencari rekaman video serta bukti lain.
Andre Downes merupakan petugas pemelihara sinyal yang bekerja dengan kru di rel. Saat lagi bekerja, dia ditabrak kereta ekspres yang meluncur dari arah utara di dekat stasiun 8th Street-NYU pada awal Januari 2022.
BACA JUGA: Mengenal G Train, Kereta Cepat dan Mewah bak Istana Seharga Rp5 Triliun
Melansir dari New York Post, Selasa (2/2/2022), Downes telah mengajukan permintaan terhadap pemerintah kota karena membutuhkan rekaman video kecelakaan dan bahan investigasi untuk mempersiapkan persidangannya, serta mengajukan gugatan.
"Dia menderita luka mengerikan dan parah termasuk amputasi pada kaki kiri, beberapa patah tulang di kaki kanan dan cedera serius lainnya. Saat ini dirawat di rumah sakit dan di bawah pengaruh obat penenang untuk luka-lukanya," ujar Mahkamah Agung Manhattan.
Sebuah foto menunjukkan Downes yang pulih di rumah sakit, kakinya diperban dan yang kiri diamputasi beberapa inci di bawah lututnya. Veteran MTA lima tahun telah terpisah dari kru kerja yang menyelidiki laporan kegagalan sinyal.
Sementara operator kereta melihat Downes, mengenakan rompi reflektif saat dia berjalan menjauh dari kereta yang akan datang. Mereka tidak dapat menghentikan kereta tepat waktu.
BACA JUGA: Terungkap! Inilah Sosok Cantik Pengisi Suara Pengumuman di Kereta Api
"Ini tidak adil. Para pekerja trek ini mempertaruhkan nyawa mereka setiap kali mereka melangkah ke sana. Kami tidak berpikir MTA melakukan cukup untuk melindungi para pekerja ini," ujar pengacara Downes, Scott Rynecki.
"Seseorang sangat kacau. Dia melakukan apa yang seharusnya dia lakukan. Hal berikutnya yang dia tahu, dia melihat kereta yang meluncur ke arahnya," tambahnya.