Turis Prancis Dihukum 8 Tahun Penjara Karena Menerbangkan Drone

Anisa Suci Maharani, Jurnalis
Jum'at 28 Januari 2022 17:09 WIB
Ilustrasi traveling (dok Freepik)
Share :

Penahanan bermotif politik

Putusan terhadap Briere datang ketika Iran dan negara lain berusaha untuk mencapai kesepakatan pada pembicaraan di Wina, Austria. Pembicaraan itu tentang menghidupkan kembali kesepakatan 2015 mengenai program nuklir Iran.

Warga dari tiga negara Eropa yang terlibat dalam pembicaraan masuk di antara orang asing yang ditahan. Tiga negara itu adalah Inggris, Prancis dan Jerman.

"Tidak dapat ditoleransi bahwa Benjamin Briere disandera oleh rezim. Ini membuat warga negara Prancis ditahan secara sewenang-wenang hanya untuk menggunakannya sebagai mata uang dalam pertukaran," kata Valent.

Saudara perempuan Briere, Blandine, mengatakan kepada AFP bahwa saudara laki-lakinya adalah "sandera politik" yang menjadi sasaran "parodi keadilan".

"Ini adalah pengadilan politik dan berguna bagi Iran, yang mengirimkan pesan kepada pemerintah Prancis," katanya.

Ms Valent mengatakan kondisi saudara laki-lakinya semakin lemah karena mogok makan yang dimulai sejak Natal.

Warga Inggris Anoosheh Ashoori, yang ditahan di Iran selama empat setengah tahun terakhir, juga memulai mogok makan pada akhir pekan. Kamran Ghaderi dari Austria, yang ditahan selama lebih dari enam tahun, mulai menolak makanan pada Senin, menurut keluarga mereka.

Tindakan mereka dipicu oleh aksi mogok makan Barry Rosen, mantan diplomat AS, untuk menarik perhatian pada penderitaan para tahanan.

Sementara itu Iran menegaskan semua orang asing yang ditahan diadili sesuai dengan hukum domestik, tetapi telah berulang kali menyatakan kesiapan untuk pertukaran tahanan.

(Kurniawati Hasjanah)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya