Dokter Reisa melanjutkan, studi kasus di lapangan salah satu contohnya bisa dilihat dari apa yang terjadi di Afrika Selatan.
“Kalau kita lihat dari Afrika Selatan, itu benaran kelihatan pertengahan Februari sampai Maret, jadi dari awal Desember 2021 sampai Februari memang terjadi lonjakan kasus di situ, ini memang ada perhitungannya,” lanjutnya.
Selama belum menjadi kenyataan, prediksi akan lonjakan kasus Omicron dua bulan ke depan tentunya bisa diubah. Dengan catatan, masyarakat ikut andil membantu pemerintah. Sesederhana mematuhi segala aturan protokol kesehatan.
Baca juga: Varian Omicron Bermutasi Jadi BA.2, Apakah Lebih Berbahaya?
“Masyarakat harus ikut andil karena tanpa masyarakat bisa berantakan. Prokes inilah benteng utama kita, yang mulai lengah ayo patuh lagi prokes. Sudah ada prediksi begitu, makanya kita rem sekarang. Rem diri kita, bukan wkatunya lagi kita lepas-lepas masker di tempat umum,” tegas dr. Reisa.
(Dyah Ratna Meta Novia)