“Demam kurang lebih tiga hari, disertai dua gejala dari lima berikut (ruam, hipotensi, gambaran disfungsi miokardium (EKG), bukti adanya koagulopati, gejala saluran pencernaan berat seperti muntah, diare dan nyeri perut). Lalu adanya peningkatan penanda radang seperti LED, CRP dan Procalcitonin, dan terbukti anak terinfeksi Covid-19,” jelas dr. Lucia Sp.A, dalam webinar baru-baru ini.
Secara persentase, kasus MIS-C pada anak memang jarang terjadi, tercatat sekitar 0,14 persen pada anak yang terkena Covid-19. Tapi tentunya, dampak Covid-19 satu ini jangan dianggap remeh karena pada dasarnya MIS-C bisa menyebabkan kondisi kritis hingga anak meninggal dunia. Maka dari itu, orang tua patut melakukan deteksi dini dan penanganan secepat mungkin.
Baca juga: Satgas : Tekad Indonesia Mengakhiri Pandemi Covid-19 di 2022
“Mencegah MIS-C sama dengan mencegah Covid-19. Cara mencegahnya, vaksinasi anak, 91 persen efektivitas vaksin Covid-19 mencegah teradinya MIS-C akibat Covid dan cegah anak dan keluarga dari infeksi Covid-19,” pungkas dr. Lucia.
(Dyah Ratna Meta Novia)