Terekam Satelit, Begini Penampakan Pulau Terbelah 2 Akibat Letusan Gunung Berapi Tonga

Salwa Izzati Khairana, Jurnalis
Rabu 19 Januari 2022 08:03 WIB
Pulau terbelah dua akibat erupsi Hunga-Tonga Hunga-Ha'apai (Foto: Planet/News.com.au)
Share :

SEJUMLAH foto menakjubkan menunjukkan kerusakan signifikan yang terjadi di Tonga setelah letusan gunung berapi bawah laut yang memicu tsunami pada Sabtu pekan lalu.

Citra satelit juga telah mulai menunjukkan tingkat letusan tersebut, di mana foto-foto kehancuran itu bisa dilihat dari luar angkasa.

Letusan gunung berapi Hunga Tonga-Hunga Ha'apai memicu peringatan tsunami dan perintah evakuasi di negara-negara tetangga, termasuk pantai timur Australia, dengan gelombang besar di beberapa pulau Pasifik Selatan yang tercatat.

Media sosial dengan cepat dibanjiri dengan unggahan foto yang memperlihatkan gelombang air menghantam rumah-rumah di tepi pantai, bahkan letusan itu sendiri difilmkan dari luar angkasa.

Sementara tingkat kerusakan di pulau itu masih belum jelas. Pihak berwenang menyarankan Tonga mungkin terjebak dalam kegelapan dunia maya selama berminggu-minggu.

Seorang pejabat mengatakan bahwa setelah letusan membuat kabel komunikasi bawah laut terputus, negara itu sekarang terisolasi dari kontak dengan dunia luar.

Baca juga: Tonga, Kerajaan Kecil di Pasifik yang Luluh Lantak Diterjang Tsunami

“Kami mendapatkan informasi yang tidak jelas, tetapi sepertinya kabelnya telah terputus. Untuk perbaikannya bisa memakan waktu hingga dua minggu. Kapal cable-laying terdekat ada di Port Moresby," ujar Direktur Jaringan Southern Cross Cable Network, Dean Veverka melansir News.com.au.

Sebuah stasiun pemantau yang berbasis di Darwin mengatakan, letusan besar lainnya telah terdeteksi di gunung berapi Tonga, di mana dua hari setelah awal letusan besar telah memicu tsunami di Pasifik.

Menurut peringatan oleh Pusat Penasihat Abu Vulkanik Darwin, letusan terbaru terdeteksi pada Minggu, sekitar pukul 22.10 GMT. Pusat Peringatan Tsunami Pasifik juga mengatakan telah mendeteksi gelombang besar di daerah tersebut.

“Ini mungkin dari ledakan lain gunung berapi Tonga. Tidak ada gempa bumi yang diketahui dengan ukuran signifikan untuk menghasilkan gelombang ini," ujarnya.

Letusan gunung berapi besar-besaran itu menyebabkan kerusakan signifikan pada ibu kota negara kepulauan dan menutupinya dengan debu. Letusannya begitu kuat sehingga tercatat di seluruh dunia dan terdengar hingga Alaska, di mana memicu tsunami yang membanjiri garis pantai Pasifik dari Jepang hingga Amerika Serikat (AS).

Perdana Menteri Selandia Baru, Jacinda Ardern mengatakan, tidak ada laporan cedera atau kematian, tetapi penilaian penuh belum dimungkinkan dengan jalur komunikasi yang terputus.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya