Para pejabat Samsung sedang dipindahkan ke fasilitas karantina di Korsel dan kebanyakan tidak bergejala atau hanya bergejala ringan, kata koran tersebut.
Sementara, Juru Bicara Consumer Technology Association (CTA), penyelenggara CES, belum memberikan respons.
Otoritas kesehatan negara bagian Nevada mengatakan; "Banyak kasus baru memiliki riwayat perjalanan, menghadiri acara, dan telah mengunjungi banyak lokasi di mana mereka bisa saja telah terinfeksi,"
Mereka mengatakan tidak punya bukti yang mengaitkan lonjakan kasus itu dengan CES. Sedangkan Samsung Electronics sendiri menolak memberi penjelasan rinci tentang kasus tersebut.
Baca juga: Jangan Lakukan 10 Hal Ini Saat Wisata ke Korea Selatan, Bisa Dicap Tak Punya Etika
Mereka mengatakan pihaknya akan mengambil langkah-langkah untuk melindungi kesehatan dan kesejahteraan karyawan yang menghadiri CES, termasuk mewajibkan vaksinasi, pemakaian masker, protokol jarak sosial dan menyediakan tes Covid-19 kepada semua karyawan.
SK Group menolak berkomentar dengan alasan kebijakan perusahaan melarang karyawan mengungkap informasi pribadi. Hyundai Motor Group tidak membalas permintaan untuk berkomentar.
Para sumber menolak menyebut identitasnya karena tidak berwenang berbicara dengan media massa.
Sebelumnya, Korsel melaporkan rekor 381 kasus infeksi dari luar negeri pada Selasa, menurut Badan Pengendalian dan Pencegahan Penyakit. Angka itu menambahkan total kasus harian secara nasional menjadi 4.388.
(Rizka Diputra)