Lee memaparkan, dalam banyak kasus, tidak ada cukup bahan yang tersedia untuk menciptakan kembali makanan asing di Korea Utara.
"Saya belum pernah melihat burrito atau makanan wrap dijual di Korea Utara. Mungkin tidak ada restoran tempat Anda bisa makan burrito dan hidangan wrap sampai sekarang."
"Tingkat penetrasi makanan Barat di Korea Utara sangat rendah, karena hanya ada sedikit restoran tempat Anda bisa memakannya dan bahan makanannya tidak beragam," aku Lee.
Meski demikian, terlihat perbedaan burrito vesi Pyongyang dengan yang lainnya. Versi Pyongyang menampilkan beberapa jenis daging doner, di samping campuran kubis dan wortel, membuatnya lebih seperti wrap yang ditemukan di kedai kebab.
Kim Jong-il disebut menyarankan menyantap "wheat wraps" ditemani air mineral di musim panas dan teh panas di musim dingin.
Terlepas dari klaim Korea Utara, burrito sebenarnya dimulai di Meksiko, di beberapa titik di tahun 1900-an. Makanan ini kemudian mulai populer di Amerika Serikat pada 1950-an.
(Kurniawati Hasjanah)