Oleh sebab itu, sejak awal pandemi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menganjurkan menggunakan alat uji berbasis NAAT yang memiliki target gen lebih dari satu. Dalam kesempatan ini Prof. Wiku pun menjelaskan cara kerja alat uji berbasis NAAT dalam mendeteksi Omicron.
"Dalam kasus Omicron yang memiliki banyak perubahan pada gens S, penggunaan alat uji NAAT yang hanya menargetkan gen S berpotensi gagal dalam mendeteksi varian Omicron," terang Prof. Wiku.
Sedangkan alat uji NAAT yang menargetkan gen, lebih dari satu gen disamping gen S, dapat memunculkan hasil terdeteksi pada gen lainnya namun gagal mendeteksi gen S. Hasil NAAT yang demikianlah yang disebut dengan S Gene Target Failure (SGTF).
Baca juga: Periskop 2022: Indonesia Siap Produksi 2 Vaksin Covid-19
"Perlu diingat tes NAAT yang hasilnya gagal mendeteksi gen S (SGTF) tersebut, belum tentu varian Omicron. Dan tetap perlu dilanjutkan dengan Whole Genome Sequencing, atau dikenal sebagai WGS," tuntasnya.
(Dyah Ratna Meta Novia)