STUDI terbaru menemukan varian Omicron hanya mampu menyebabkan bentuk Covid-19 yang lebih ringan dibandingkan dengan jenis sebelumnya menyebabkan lebih sedikit rawat inap dan kematian daripada varian Delta.
Sebuah konsorsium peneliti dari Amerika dan Jepang baru-baru ini merilis sebuah penelitian yang menunjukkan Omicron menyebabkan gejala yang lebih ringan daripada Delta dan strain lainnya karena mempengaruhi paru-paru secara berbeda.
Para ilmuwan seperti dikutip dari Medical Daily, Selasa, merujuk percobaan pada tikus dan hamster mengatakan, Omicron menyebabkan dampak yang tidak terlalu parah pada saluran pernapasan bagian atas dan bawah.
Mereka menemukan Omicron menghasilkan beban virus yang lebih rendah di hidung, tenggorokan, dan paru-paru, yang mengarah ke viral load dan replikasi yang lebih ringan dan pada akhirnya lebih sedikit kerusakan pada area itu.
Kepala penasihat medis Gedung Putih Dr. Anthony Fauci mengakui penelitian tersebut dan penelitian lain baru-baru ini.
Sebelumnya, pada pertengahan Desember lalu, sebuah studi dari University of Hong Kong menyampaikan temuan yang hampir serupa. Menurut peneliti, Omicron berkembang biak sepuluh kali lebih lambat di jaringan paru-paru dan 70 kali lebih cepat di saluran udara daripada versi asli SARS-CoV-2.