“Dari tahun ke tahun, bulan sepertinya tidak pernah berubah. Kawah dan formasi lainnya tampak permanen sekarang, tetapi tidak selalu terlihat seperti itu. Berkat Lunar Reconnaissance Orbiter milik NASA, kini kita dapat melihat bagian yang lebih baik dari sejarah bulan,” jelas NASA.
Dalam video yang diunggah NASA ke YouTube, juga dapat melihat dampak yang terjadi sekitar 4.300 juta tahun yang lalu dari meteorit di cekungan Kutub Selatan-Aitken, di mana kawah Aitken berdiameter 135 kilometer berada.
Publikasi video tersebut memberikan cahaya kepada para ilmuwan untuk menentukan bahwa sejarah satelit juga ditandai dengan letusan gunung berapi yang spektakuler dan berkepanjangan.
Badan Antariksa Eropa melaporkan bahwa NASA akan menganalisis sepotong bulan yang dikumpulkan pada tahun 1972 oleh misi Apollo 17 yang dipimpin oleh astronot Eugene Cernan, dan dikemas vakum dalam tabung silinder selama lima dekade.
NASA akan membuka tabung dengan perangkat yang dibuat oleh ESA untuk menyelamatkan fragmen, di mana diperkirakan mereka akan menemukan jejak helium, hidrogen, dan gas lain yang akan membantu dalam memahami geologi satelit alami dari bumi.
(Rizka Diputra)