"Proyek ini telah menjadi preseden penting bagi konservasi pada masa mendatang bagi banyak spesies ikan di negara ini yang terancam atau bahkan punah di alam liar yang jarang diperhatikan khalayak," tuturnya.
Proyek ini terwujud berkat kerja sama para pakar konservasi di Meksiko dan Inggris yang berlangsung bertahun-tahun lalu.
Pada 1998, di masa awal proyek, sejumlah peneliti dari Unit Biologi Air dari Universitas Michoacana menerima lima pasang ikan dari Kebun Binatang Chester yang diantarkan ahli dari Inggris, Ivan Dibble.
Ke-10 ikan ini kemudian membentuk koloni baru di laboratorium universitas yang dikelola dan dikembangkan selama 15 tahun kemudian.
(Foto: Chester Zoo)
Guna mengembalikan ikan Tequila ke alam, sebanyak 40 jantan dan 40 betina dari koloni laboratorium dilepas ke danau buatan di universitas. Tujuannya agar ikan-ikan penangkaran tersebut mendapat pelatihan hidup di alam liar dengan sumber makanan yang terbatas, punya pesaing, parasit, dan predator.
Selang empat tahun kemudian, populasi ini diperkirakan telah berkembang menjadi 10.000 ekor dan bisa dilepas ke alam liar.
Proyek ini diharapkan dapat menjadi model bagi spesies air tawar lainnya, termasuk achoque yang hidup di sebuah danau di bagian utara Meksiko.
Amfibi unik ini yang diyakini masyarakat setempat sebagai hewan dengan kemampuan menyembuhkan telah 'diselamatkan' dari kepunahan berkat campur tangan berbagai pihak, antara lain sekelompok biarawati yang mengelola fasilitas penangkaran hewan.
(Rizka Diputra)