Pria pemberani itu mengatakan aksi ekstremnya butuh dedikasi bertahun-tahun untuk olahraga dan keselamatan.
"Saya tidak mengorbankan apa pun untuk keselamatan," tambah Rafael.
"Saya selalu memiliki peralatan terbaik, tim terbaik, dan pengetahuan paling mutakhir," akunya.
"Untuk mewujudkannya dan menemukan keseimbangan sempurna saya pada saat berjalan, saya sangat menghargai setiap tim. Saya menghilangkan keraguan, sehingga semuanya bisa mengalir dengan cara yang luar biasa seperti yang terjadi dengan proyek ini," tambahnya.
Rafael mengklaim, butuh konsentrasi penuh saat melakukan penyeberangan. Bahkan dia mengaku, tidak dapat mengingat apa yang dia pikirkan saat dia berada di atas sana.
(Kurniawati Hasjanah)