Selamat Hari Natal, Ini Loh Perbedaan Sinterklas dan Santa Claus

Tim Okezone, Jurnalis
Sabtu 25 Desember 2021 12:05 WIB
Sinterklas (Shutterstock)
Share :

PERAYAAN Natal seringkali identik dengan sosok Sinterklas atau Santa Claus.

Seringkali kita menjumpai pria berkostum merah lengkap dengan jenggot putih panjangnya di tayangan televisi dan pusat perbelanjaan.

Dia juga tidak lupa membawa sekarung hadiah untuk dibagi-bagikan.

Tentu saja, tujuannya untuk memeriahkan Natal yang jatuh setiap tanggal 25 Desember setiap tahunnya.

Meski demikian, rupanya Sinterklas dan Santa Claus ini berbeda loh.

Baca Juga:

Tirukan Pengumuman Keberangkatan Pesawat, Aksi Cowok Ini Bikin Netizen Terpukau

Waduh, Viral Penumpang Tidak Bisa Duduk di Pesawat Setelah Operasi Bokong

Rodenberg dan Wagenaar dalam jurnal yang dipublikasikan Journal of Heritage Studies memaparkan, Sinterklas terilhami dari Saint Nicolas, seorang uskup asal Myra yang hidup sekitar abad ke-3 Masehi.

Nicolas yang punya sikap dermawan dan suka berbagi kepada orang-orang miskin lantas menginspirasi "lahirnya" cerita Sinterklas di Belanda.

Sinterklas lantas digambarkan layaknya uskup, lengkap dengan jubah keuskupan, topi uskup yang disebut mitre, dan tongkat gembala uskup yang pada bagian atasnya melingkar.

Masyarakat Belanda memaparkan, Sinterklas berasal dari Spanyol. Dia memiliki rambut panjang dan janggut berwarna putih. Setiap menjelang natal, Sinterklas selalu berkelana mengunjungi satu rumah ke rumah lain.

Adapun, Santa Claus juga terinspirasi dari cerita sosok seorang yang dermawan dan suka berbagi. Cerita Santa yang populer di AS juga dipengaruhi cerita serupa di Belanda. Hal itu merujuk kepada sejarah Kota New York yang dibangun dan dikuasai Belanda pada Abad ke-17.

New York ketika itu dikenal dengan nama New Amsterdam. Meski demikian, gambaran Sinterklas di AS tak seperti di Belanda. Sosok orang dermawan tersebut digambarkan sebagai seorang kakek yang berasal dari kutub utara.

Perawakannya gemuk, berambut dan berjanggut putih, lengkap dengan mantel tebal, topi musim dingin, dan kantong hadiahnya. Branding Santa Claus semakin melekat di AS berkat kampanye besar perusahaan minuman soda Coca Cola pada 1931.

Berdasarkan laporan Huffington Post, Coca Cola mengunakan tokoh Santa dengan baju musim dingin merah-putih untuk mempromosikan produknya. Hingga kini, Santa pun tersohor dengan baju musim dingin merah-putihnya tersebut.

Kendaraan untuk bepergian pun berbeda. Bila Sinterklas menggunakan kuda putih, maka kendaraan Santa Claus adalah kereta salju yang ditarik oleh sembilan rusa kutub. (nia)

(Salman Mardira)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya