Data Bloomberg mencatat bahwa ada lebih dari 2,3 miliar dosis suntikan yang diproduksi dan dikirim, sebagian besar untuk China dan negara berkembang.
Dengan Omicron yang 70 kali lebih mudah menular daripada varian Delta, penelitian lebih lanjut untuk membuat vaksin baru yang lebih spesifik terhadap Omicron diperlukan, karena itu cara yang bisa dilakukan untuk keluar dari pandemi.
Baca juga: Penyebab AS, Norwegia, dan Korsel Alami Ledakan Omicron
Pekan lalu, Sinovac merilis studi laboratorium yang mengatakan 94 persen orang yang mendapatkan tiga dosis vaksin menghasilkan antibodi penetralisir, meskipun tidak disebutkan levelnya. Untuk kejelasan, pihak Bloomberg rupanya sudah meminta pernyataan Sinovac, namun hingga sekarang belum ada jawaban.
(Dyah Ratna Meta Novia)