JAKARTA - Produsen pesawat asal Amerika Serikat, Boeing, mengumumkan bakal terjun ke dunia metaverse. Mereka berencana menyiapkan desain engineering 3D untuk pesawatnya dan akan digabungkan dengan robot yang dapat berbicara satu sama lain.
Lalu mekanik Boeing di seluruh dunia akan terhubung dengan headset HoloLens buatan Microsoft senilai USD 3.500 atau Rp50 jutaan.
Melansir NDTV, langkah ini merupakan strategi baru Boeing untuk menyatukan operasi desain, produksi, dan layanan penerbangan di bawah ekosistem digital. Perusahaan menargetkan proyek ini selesai dalam dua tahun.
Baca Juga:
Balas Dendam Karena Anaknya Mati Diserang, Monyet Membantai 250 Anjing di India
Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta Banjir, Cek 4 Fakta Terbarunya
Proyek ini juga bertujuan untuk mencegah masalah manufaktur, seperti cacat struktural yang menghalangi pesawat 787-Dreamliner dalam setahun belakangan.
Dengan langkah beraninya ini, Boeing membutuhkan USD 15 miliar atau Rp215 triliun untuk proyek tersebut.
"Ini untuk memperkuat engineering. Kami berbicara tentang mengubah cara kami bekerja di seluruh perusahaan," kata Chief Engineer Boeing, Greg Hyslop.
Rencananya, Boeing mau pesawat selanjutnya memadukan replika gambar 3D prototipe jet digital ke dalam proses perakitan dan produksi.
Hal ini menyatukan setiap informasi tentang pesawat dari persyaratan maskapai, jutaan suku cadang, hingga ribuan halaman dokumen sertifikasi yang nantinya berkembang ke rantai pasokan.
Hyslop menyatakan, lebih dari 70 persen masalah kualitas di Boeing bisa ditelusuri kembali. Boeing yakin alat tersebut akan menjadi cara untuk membawa pesawat baru ke pasar hanya dalam empat atau lima tahun.
"Anda akan mendapatkan kecepatan, peningkatan kualitas, komunikasi yang lebih baik, dan respons yang lebih baik ketika masalah terjadi," jelas Hyslop.
(Kurniawati Hasjanah)