JAKARTA - Umumnya dalam sebuah hubungan laki-laki diminta untuk melamar pasangannya. Namun, apa jadinya ketika pihak perempuan punya kesempatan melamar lebih dulu?
Melansir dari Edinburghnews, tradisi melamar ini terjadi pada tahun kabisat. Peristiwa yang hanya terjadi setiap empat tahun sekali, ketika bulan Februari lebih lama satu hari dari biasanya.
Pada tanggal 29 Februari, wanita diperbolehkan melamar pasangan mereka.
Tradisi ini berawal dari sejarah Irlandia kuno, sekitar abad kelima.
Baca Juga:
Daftar Terbaru WNA 13 Negara Dilarang Masuk ke Indonesia Demi Cegah Omicron
Ketika zaman dahulu diyakini ada seorang biarawati bernama Saint Bridget mengeluh kepada Saint Patrick tentang wanita harus menunggu untuk dilamar.
Hingga kemudian, Saint Patrick memutuskan bahwa wanita dapat memiliki kesempatan melamar, tetapi hanya pada hari tertentu di bulan Februari, setiap empat tahun.
Lalu, tradisi tersebut disebarkan ke Skotlandia oleh para biarawan Irlandia. Hingga pada tahun 1288, Skotlandia mengeluarkan undang-undang mengizinkan seorang wanita untuk melamar pada tahun kabisat.
Undang-undang tersebut juga menyatakan bahwa setiap pria yang menolak lamaran pada hari kabisat harus membayar denda.