Perlu diketahui, produk tembakau alternatif yang dipanaskan tersedia secara komersial di 27 negara pada pertengahan 2017 lalu. Di Jepang produk tembakau alternatif ini mulai populer dan makin banyak digunakan oleh penduduknya. Peningkatan penggunaan dari 0,3% pada 2015 menjadi 3,7% pada 2017.
"Ini menunjukkan penetrasi cepat dari produk tersebut,” demikian penjelasan sebuah keterangan yang dirilis situs resmi www.gov.uk.
Sementara itu, Lembaga eksekutif Departemen Kesehatan Inggris, Public Health England (PHE), dalam Evidence Review of E-Cigarettes and Heated Tobacco Products 2018 melaporkan bahwa produk tembakau yang dipanaskan memiliki risiko yang lebih rendah hingga 95% daripada rokok.
“Penelitian dari para ahli di Inggris dan Amerika Serikat telah menjelaskan bahwa dengan regulasi yang tepat produk ini dapat mengurangi bahaya yang timbul dari kebiasaan merokok,” ujar pernyataan resmi Pemerintah Inggris.
(Martin Bagya Kertiyasa)