“Seluruh kasus yang terjadi standarnya biasanya 5% yang dilakukan WGS sekarang rencana kita mau melakukan 10%,” katanya, Kamis (16/12/2021).
Setelah terkonfirmasi dengan WGS, mereka juga melakukan PCR SGTF untuk mendeteksi varian Omicron.
“Kita menggencarkan penggunaan teknologi reagen PCR SGTF karena PCR SGTF ini bisa mengindikasi secara dini bahwa tes PCR yang positif kemungkinan besar Omicron,” ucapnya.
Baca juga: Omicron Cepat Menular, Bisa Lahirkan Gelombang Covid-19 Baru!
Pemerintah, lanjutnya, juga berusaha mempercepat proses vaksinasi terutama untuk lansia yang akan bepergian keluar negeri. Pemerintah juga akan menyediakan berbagai kebutuhan kesehatan seperti seluruh infrastuktur rumah sakit, obat-obatan dan sebagainya.
(Dyah Ratna Meta Novia)