“Itu tidak seharusnya menjadi museum. Kami ingin memertahankan warisan, tetapi harus mandiri, harus tetap hidup,” ujar Maritz.
Di sini, asumsinya adalah orang datang untuk kedamaian dan ketenangan yang ditawarkan dalam rumah. Itu tidak berarti mereka tidak akan membicarakan Mandela.
“Kami punya banyak cerita. Tapi kami hanya menceritakan kisah-kisah ini jika diminta,” kata Maritz.
“Awalnya, Anda datang ke Madiba kedua kalinya untuk tempat itu sendiri. Kerendahan hati dan keanggunan,” tambahnya.
(Rizka Diputra)