JAKARTA - Suku Karen yang mendiami kawasan Bann Tong Luang, Thailand ini memiliki tradisi unik demi memikat pria.
Suku Karen sebnarnya bukan asli Thailand, mereka berasal dari Dataran Tinggi Tibet dan pindah ke Myanmar, lalu menetap di Thailand.
Melansir Big Boy Travel, Suku Karen memiliki aturan setiap wanita wajib memanjangkan lehernya menggunakan tumpukan kawat. Di sana, terdapat anggapan jika leher yang panjang menjadi daya tarik wanita bagi pria.
Baca Juga:
Wanita Ini Syok Lihat Total Belanjaan di Struk, Auto Ngomel Kesulitan Cari Sayuran
Misteri Penduduk Satu Desa Tidur Berhari-hari
Konon, kalung dari kawat bisa menghindarkan para wanita dari binatang buas. Terlebih, pada zaman dahulu, Suku Karen kerap hidup berpindah-pindah di area pelosok dan memungkinkan mereka untuk bertemu dengan binatang buas.
Biasanya mereka mulai memakai cincin leher panjang dari usia 5 atau 6 tahun. Mulanya dimulai memakai 5 buah cincin lalu ditambahkan 2 buah cincin peregangan dari tahun ke tahun.
Tak ada standar jumlah cincin leher maksimun yang bisa digunakan, tetapi biasanya hanya mencapai 25 buah cincin.
Di usia 15 tahun, para perempuan suku Kayan dapat memilih apakah mereka akan melanjutkan perpanjangan leher seumur hidup atau berhenti total.
Cincin leher akan dilepas saat mereka menikah, melahirkan, atau meninggal. Saat dibersihkan, cincin boleh dilepas, tetapi tidak boleh terlalu sering dan harus segera dipakai kembali.
Saat ini tak semua wanita Karen harus menggunakan cincin leher. Hanya anak perempuan yang lahir pada waktu tertentu yang ditakdirkan meneruskan tradisi ini.
(Kurniawati Hasjanah)