Tak berakhir disitu, HT yang dibawanya tiba-tiba bunyi seperti ada yang meminta tolong. Fikri dan rombongan mengira jeritan itu muncul dari rombongan lainnya, tetapi rombongan lain justru mengira bahwa rombongan Fikri yang meminta tolong.
Seiring dengan menghilangnya suara minta tolong tersebut, tak lama kemudian mereka pun sampai di Ranu Kumbolo. Setelah berjalan beberapa meter, terdapat seseorang yang lagi tiduran tetapi berteriak seperti kesurupan. Fikri ingin menolongnya, tetapi rombongan tidak mengizinkan.
"Pas sampai Ranu Kumbolo, di atasnya ada pos lagi, ada yang tiduran tapi sambil teriak-teriak," kata Fikri.
Melihat keindahan Ranu Kumbolo dan alam sekitar, Fikri antusias mengambil beberapa foto. Di foto pertama, Fikri terlihat seorang diri di tengah hamparan alam yang indah. Namun, di foto kedua, Fikri diikuti oleh seorang pendaki, yang mana sebenarnya tidak ada orang sama sekali saat ia mengambil foto tersebut.
Ternyata, tidak hanya Fikri saja yang mengalami beberapa kejadian janggal. Ketika momen tersebut sudah usai, temannya bercerita pengalaman serupa. Ia merasa diikuti sosok kedua mata merah tanpa badan dan kepala, juga mendengar suara harimau yang mengaum padahal tidak ada hewan di sana.
(Kurniawati Hasjanah)