ERUPSI Gunung Semeru yang terjadi sejak akhir pekan lalu tak menyurutkan minat para wisatawan berkunjung ke kawasan wisata Gunung Bromo, Jawa Timur. Padahal dua gunung api itu sama-sama berada di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).
Kepala Sub Bagian Data Evaluasi Pelaporan dan Kehumasan Balai Besar TNBTS Sarif Hidayat menyatakan, sehari pasca erupsi Gunung Semeru tepatnya pada Minggu 5 Desember 2021, ratusan orang memasuki kawasan Wisata Gunung Bromo
"Pengunjung relatif tidak berdampak. Kemarin saja ada 611 pengunjung," kata Sarif, Senin (6/12/2021).
Baca juga: Wisata Bromo Terapkan Prokes Ketat Jelang Libur Nataru, Pengunjung Maksimal 25 Persen
Jumlah ini meningkat dibandingkan pada Sabtu 4 Desember 2021 atau hari saat Gunung Semeru meletus di mana ada 570 orang mengunjungi Bromo. "Itu melalui semua pintu masuk, semua sama favoritnya," ungkap dia.
Menurutnya wisata Gunung Bromo tak terdampak erupsi Semeru. Sebab sesuai laporan dari Pos Pengamatan Gunung Api di Gunung Sawur, arah angin mengarah ke tenggara selatan.
"Jadi sementara ini tidak terdampak erupsi. Cuma kami himbau ke pengunjung untuk waspada dan berhati-hati, dan pastinya wajib menggunakan masker," paparnya.
Baca juga: Dear Traveler, Wisata Bromo Tutup saat Libur Natal dan Tahun Baru
Pihaknya pun menegaskan, bila pendakian ke Gunung Semeru telah sejak 3 Juli 2021 ditutup, sehingga saat sejak sebelum erupsi dipastikan tidak ada pendaki yang naik.
TNBTS selaku pengelola sendiri telah membuka empat pintu masuk dari Kabupaten Malang, Pasuruan, Probolinggo, dan Kabupaten Lumajang sejak 30 November 2021 lalu, imbas penurunan level Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Ada beberapa spot yang dibuka di kawasan Wisata Gunung Bromo yang dilakukan pembatasan kuota pengunjung, seperti di Bukit Cinta hanya diperuntukkan 31 orang pertama hari, Bukit Kedaluh 107 orang per hari, spot Penanjakan 222 orang per hari, spot Mentigen 55 orang per hari, serta terakhir spot Savana Teletubbies dengan 319 orang per harinya.