Daya Tarik Wisata
Salah satu daya tarik utama Desa Wae Rebo adalah panorama alamnya yang luar biasa indah. Hamparan rumput hijau yang dikelilingi pegunungan lengkap dengan kabut juga adalah pemandangan yang bisa kamu saksikan disini.
Selain itu, ada juga sumber mata air murni yang berasal dari pegunungan yang dimanfaatkan oleh masyarakat desa untuk mandi, mencuci, dan untuk minum sehari-hari. Sumber mata air ini dinamai Sosor, yang di mana terdapat dua jenis yaitu Sosor Pria dan Sosor Wanita.
Namun selain keindahan alam, Wae Rebo juga memiliki sejumlah daya tarik wisata seperti kekayaan adat hingga keanekaragaman produk ekonomi kreatif. Untuk adatnya, desa ini memiliki 7 rumah adat yang menjadi ikon dari Wae Rebo yakni ‘Mbaru Niang’ yang berbentuk kerucut.
Keunikannya secara adat adalah, kebudayaan masyarakat setempat telah membaur dengan kebiasaan penduduk Pulau Flores, namun arsitektur bangunannya masih memiliki unsur Minang. Pengaruh Minang bisa dijumpai pada arsitektur Niang Dangka, atap Mbaru Niang ini.
Selain rumah adat, ada juga upacara adat yang bernama Ritus Upacara Penti. Upacara ini merupakan bentuk syukur masyarakat kepada Tuhan dan roh leluhur terhadap semua bentuk harapan yang diterima selama satu tahun yang telah dilewati.
Desa wisata Wae Rebo juga memiliki ragam seni yakni seperti ‘Rangku Alu’. Permainan serta tarian ini dilakukan dilakukan empat orang memegang empat tongkat bambu, memakai tongkat membentuk palang dan menggerak-gerakkannya. Sementara orang lainnya harus melompati bagian celahnya agar tidak terjepit bambu.
Selain itu juga ada Tarian Caci, yang merupakan salah satu bentuk refleksi dari kebudayaan dan kehidupan warga Wae Rebo.
Lalu produk kerajinan tangan, Desa Wisata Wae Rebo memiliki kerajinan kain tenun. Khas dari kain tenun ini yaitu bermotif Manggarai yang menyerupai bunga dan memiliki warna yang lebih cerah. Sedangkan di sektor kuliner, ada kopi dan juga madu hutan.