Saat ini WHO dan dunia internasional sangat mengapresiasi informasi yang diberikan oleh para ilmuwan di Afrika Selatan yang begitu cepat. Ini menunjukkan bahwa respon pandemi memang harus berbasis ilmu, sains dan temuan ilmiah yang dapat dipertanggung jawabkan.
Lebih lanjut, Dokter Reisa mengatakan, hal lain yang harus diketahui adalah bahwa semua virus corona bermutasi. SARS-CoV-2 yang merupakan keluarga virus Corona memang dapat terus bermutasi, sejak pertama kali diidentifikasi pada Desember 2019.
"Mutasi adalah perubahan kode genetik virus. Dan virus yang sudah bermutasi dari aslinya dikenal dengan sebutan varian. Dalam konteks ini varian Omicron tentunya memiliki sifat yang berbeda dari varian yang sebelumnya ditemukan yakni Alpha, Beta, Gamma dan Delta," lanjutnya.
Baca juga: Kemenkes: Lebih dari 20 Negara Melaporkan Adanya Kasus Varian Omicron, Terakhir Jepang
Beberapa varian virus Corona memang menyebar lebih mudah dibandingkan yang lain. Seperti Delta yang telah menyebabkan laju peningkatan seperti yang dialami di Indonesia pada Juli 2021.
(Dyah Ratna Meta Novia)