Ketika infeksi semakin melemahkan sistem kekebalan, virus ini dapat mengembangkan tanda dan gejala lain, seperti pembengkakan kelenjar getah bening, penurunan berat badan, demam, diare dan batuk.
Tanpa pengobatan, pasien dengan HIV juga dapat mengalami penyakit parah seperti tuberkulosis (TB), meningitis kriptokokus, infeksi bakteri parah, dan kanker seperti limfoma dan sarkoma Kaposi.
Sedangkan HIV dapat ditularkan melalui pertukaran berbagai cairan tubuh dari orang yang terinfeksi, seperti darah, ASI, air mani dan cairan vagina.
HIV juga dapat ditularkan dari ibu ke anaknya selama kehamilan dan persalinan. Individu tidak dapat terinfeksi melalui kontak biasa sehari-hari seperti berciuman, berpelukan, berjabat tangan, atau berbagi benda pribadi, makanan atau air.
Penting untuk dicatat bahwa orang dengan HIV yang menjalani antiretroviral therapy (ART) dan obat penekan virus, tidak menularkan HIV ke pasangan seksual mereka.