Polisi transportasi Inggris mengatakan mereka sedang menyelidiki insiden itu, tetapi tidak merilis pernyataan lebih lanjut.
Korban memaparkan, saat itu memiliki priotitas untuk membaca Al-Quran dan menyelesaikannya sebelum tiba di tempat kerja. Namun sayangnya, akibat caci maki itu dia tidak dapat menyelesaikannya.
"Saya benar-benar tidak berpikir membaca Al-Quran dengan keras adalah masalahnya, saya percaya itu adalah alasan untuk mengungkapkan perasaannya dan membuat saya berhemti untuk membaca Al-Quran karena dia percaya, kita seharusnya tidak diizinkan untuk membaca doa kami (membaca Al-Quran) di dalam kereta bawah tanah," ujarnya.
(Kurniawati Hasjanah)