KEDENGARANNYA serem memang. Deretan kuliner ini mendapat julukan iblis. Bukan karena mengandung hal mistis, tapi lebih kepada rasa dan penampilannya yang menyeramkan.
Ya, masyarakat Indonesia umumnya menyukai cita rasa pedas. Sehingga, banyak makanan yang dimodifikasi dengan cita rasa yang sangat pedas. Meski penuh perjuangan untuk menghabiskannya, namun orang-orang tetap menyukainya.
Baca juga: Asyiknya Berburu Kuliner Legendaris Nusantara di Festival Glodok Pancoran
Penasaran apa saja makanan yang mendapatkan gelar iblis karena tampilan dan rasanya yang pedas menyeramkan?
Mengutip akun Instagram @ayodolan, berikut keempat daftarnya.
Raja Sambel Devil
Warung tenda yang berjualan di pinggir jalan Saharjo, Tebet ini disebut dengan sambal iblis. Jelas saja, ini karena ratusan cabai dengan bumbu dan bawang jadi menu utama di sini.
Baca juga: Dukung Jakarta Dessert Week 2021, Sandiaga: Mari Majukan Kuliner Indonesia agar Mendunia
Untuk lauknya, penjual menyediakan ayam goreng, bawal krispi, lele, tumis cumi pete, jengkol balado, dan juga sambal kangkung yang sama-sama bikin bibir jadi panas.
Raja sambel devil (traveloka.com)
Bakso Sera Simo Pusat
Tempat makan Bakso Sera Simo Pusat ini jadi incaran banyak orang yang mampir ke Boyolali. Terkenal dengan aneka menu bakso super pedas, dengan kuah merapi yang bikin bibir jontor. Bakso ini juga dijuluki sebagai bakso iblis bagi banyak orang.
Martabak Orins
Martabak Orins memiliki berbagai cabang yang tersebar di banyak tempat. Mereka menjual berbagai jenis martabak manis hingga telur dengan varian yang berbeda.
Salah satunya adalah martabak iblis. Karena martabak telur ini isinya bukan hanya daging sapi atau daun bawang saja, melainkan 1kg cabai rawit merah yang ekstra pedas.
Mie Gacoan
Mie Gacoan punya menu mi ekstra pedas yang mendapat julukan 'Mie Iblis'. Mie Iblis ini jadi menu yang paling banyak dipesan, terutama bagi penggemar makanan pedas.
Adapun Mie Gacoan disebut-sebut sebagai Mie Iblis karena menu yang satu ini diracik menggunakan 18 buah cabai yang diulek, lalu dicampur ke dalam mie berbumbu.
(Salman Mardira)