Saat ini, lanjut Agus, otopsi tengah dilakukan oleh tim dokter hewan untuk mencari tahu penyebab kematian anak gajah tersebut.
Adapun, anak gajah tersebut merupakan salah satu dari 700 gajah liar Sumatra yang tersisa dan terancam punah. Mamalia ini adalah subspesies dari gajah Asia, salah satu dari dua spesies mamalia besar di dunia. Menurut data kementerian kehutanan dan lingkungan Indonesia, populasinya telah menyusut hampir 50 persen dari 1.300 pada tahun 2014 menjadi 693.
Sebagian besar gajah di Sumatera hidup di luar kawasan lindung karena penerbangan hutan, yang membuat mereka rentan terhadap pemburu liar. Gajah jantan secara khusus menjadi sasaran karena gadingnya yang sangat mahal di pasar gading ilegal.
Pada bulan Juli, seekor gajah ditemukan tanpa kepalanya di sebuah perkebunan kelapa sawit di Aceh Timur. Seorang pemburu dan empat lainnya ditangkap karena membeli gading dari hewan mati.
(Kurniawati Hasjanah)