"Sekarang, negara-negara lain lagi gantian meledak, seperti: Singapura, Malaysia sekarang di Eropa lagi begitu. Kemarin Amerika Serikat (AS) juga begitu. Sehari saja sampai 150 ribu orang di rawat inap. Sekarang di Jerman sehari 50 ribu orang," lanjut dr. Fajri.
Perlu diketahui bahwa varian Delta tersebut sudah terbukti memiliki kemampuan 70 persen lebih cepat menular dibandingkan dengan varian Alpha yang pertama kali ditemukan di Inggris. Oleh sebab itu dr. Fajri mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada agar lonjakan kasus tidak terjadi kembali di kemudian hari.
"Tetap jaga protokol kesehatan (prokes) dan tetap hati-hati. Boleh tetap beraktivitas tapi jangan sampai meledak lagi," tuntasnya.
(Helmi Ade Saputra)