MESKIPUN sudah hampir dua tahun berjalan, tapi belum ada tanda-tanda bahwa Pandemi Covid-19 akan segera menghilang. Pasalnya, setiap angka positif menunjukkan penurunan tiba-tiba terjadi lonjakan karena adanya varian baru Covid-19.
Memang, sampai saat ini asal mula virus Covid-19 masih belum jelas, lantaran penyelidikan yang dilakukan oleh WHO terkesan dihalang-halangi. Meski demikian,
Dari laporan Los Angeles Times, seperti dikutip Newser, Rabu (17/11/2021), para ilmuwan memprediksikan di masa depan akan ada lebih banyak pandemi. Meski para ilmuwan tidak tahu kapan itu akan dimulai, tetapi para ilmuwan tersebut diketahui sudah memiliki gambaran kasar kira-kira tentang lokasi pandemi.
Tempat-tempat yang tak tersentuh, misalnya tepi hutan hujan Amazon, diprediksikan menjadi lokasi pandemi berikutnya, mengingat tempat ini adalah tempat yang mempunyai semua ‘bahan-bahan’ wabah.
Terdapat 1,6 juta virus yang dibawa hewan mamalia dan burung, yang beberapa di antaranya bisa berakibat fatal jika bertransmisi ke manusia, persis seperti cara kerja virus corona. Kemudian jika ternyata menular antar manusia, maka dapat menyebabkan pandemi.
Salah satu faktor kontributornya ialah semakin maraknya penggundulan hutan. Para ilmuwan menyebutkan, penggundulan hutan ini telah menyebabkan terjadinya peningkatan penyakit menular, contohnya peternakan sapi di Brasil, pertambangan di Afrika, dan budidaya kelapa sawit di Malaysia.
Semakin banyak terjadinya penggundulan hutan maka meningkatkan pemanasan global. Suhu yang lebih tinggi nan panas ini semakin membantu serangga pembawa penyakit untuk berkembang. Disebutkan lebih lanjut, ahli zoologi menilai sekitar sepertiga dari semua wabah yang diketahui di seluruh dunia terkait dengan adanya perubahan penggunaan lahan.
Penebangan hutan yang membuat habitat dari hewan-hewan liar tersebut hilang. Kemudian hewan-hewan liar akan merambah habitat manusia untuk mendapatkan makanan, dan di sini lah virus mulai menyebar.
“Mereka menebang sebidang hutan yang masih asli dan membangun pusat perbelanjaan dan orang-orang berpikir itu kemajuan. Ketika melakukan itu, padahal kita telah membuat seluruh kelompok hewan tak memiliki rumah,” jar Alessandra Nava, dokter hewan dan peneliti virus di Amazon.
(Martin Bagya Kertiyasa)