Usia 50 Tahun ke Atas Perlu Suntik Vaksin Pneumonia? Ini Kata Dokter

Muhammad Sukardi, Jurnalis
Senin 15 November 2021 09:44 WIB
Vaksin pneumonia (Foto: Reuters)
Share :

KASUS pneumonia di Indonesia perlu mendapat perhatian bersama. Insiden tahunan penyakit ini tercatat sekitar 25-44 kasus per 1.000 orang.

Jumlah tersebut kira-kira 4 kali lebih besar pada populasi yang lebih muda. Selain banyak menyebabkan kematian pada anak-anak, pneumonia juga banyak diidap orangtua di atas 50 tahun. Semakin tua usia seseorang, semakin tinggi risiko kematiannya.

 

Lebih lanjut, berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas), prevalensi pneumonia terus meningkat. Itu kenapa penyakit ini harus terus diedukasi ke masyarakat, terlebih di masa pandemi Covid-19 seperti saat ini.

Dokter Spesialis Paru dr Erlina Burhan, Sp.P(K) menjelaskan, pneumonia sendiri adalah penyakit radang paru-paru yang bisa disebabkan oleh bakteri, virus, maupun jamur.

"Salah satu penyebab pneumonia adalah bakteri Streptococcus pneumonia atau yang lazim disebut pneumokokus. Bakteri ini dapat menyebabkan infeksi pada jaringan otak, infeksi paru-paru, dan bakteri dalam darah," papar Dokter Erlina, Senin (15/11/2021).

Dokter Erlina menambahkan, bakteri pneumokokus juga merupakan penyebab osteomyelitis atau infeksi tulang, peritonitis atau infeksi lapisan bagian dalam dinding perut, dan penyakit endokarditis atau infeksi lapisan bagian dalam jantung.

Nah, menjadi persoalan sekarang adalah mereka yang berusia di atas 50 tahun menjadi rentan terinfeksi pneumonia karena sistem kekebalan tubuh seseorang terus bertransformasi dan respons imunologis pun bergantung pada usia.

"Artinya, perubahan yang terjadi pada manusia setelah usia 50 tahun perlu mendapat perhatian khusus karena dampak klinisnya. Ya, konsekuensi yang paling terlihat dari usia lanjut adalah berkurangnya efektivitas sistem kekebalan tubuhnya," ujar Dokter Erlina.

Upaya yang bisa dilakukan untuk meningkatkan imunitas tubuh pada usia 50 tahun ke atas dalam mencegah pneumonia, kata dr Erlina, adalah disiplin menerapkan pola hidup bersih dan sehat, tidak merokok, konsumsi makanan sehat seperti buah dan sayuran, berolahraga secara teratur, menjaga berat badan, pun tidak minum alkohol.

"Upaya lain yang bisa dilakukan adalah memastikan cukup istirahat atau tidur serta mengambil langkah untuk mencegah infeksi seperti sering mencuci tangan, masak jenis daging sampai matang, hindari stress, atau bisa juga menerima suntikan vaksin pneumonia," sambungnya.

Sementara itu, Dwi Endah selaku Direktur Kampanye Pneumonia dari Indonesia Ramah Lansia menjelaskan bahwa penting bagi lansia Indonesia teredukasi dengan baik terkait penyakit pneumonia ini. Terlebih, prevalensinya yang terus meningkat di Indonesia.

"Lansia berhak mendapatkan edukasi soal pencegahan penyakit pneumonia ini. Itu kenapa, kami melaksanakan kegiatan sekolah lansia bebas pneumonia secara online dengan memberikan edukasi tentang terapi pernapasan, terapi batuk, napas dalam, hingga pelatihan caregiving keluarga terhadap lansia dengan pneumonia," papar Dwi Endah.

Perlu diketahui, menurut penelitian, vaksin pneumonia pada orang lanjut usia memberikan manfaat seperti lebih sedikit rawat inap karena pneumonia, mengurangi jumlah kunjungan ke dokter, dan penghematan biaya perawatan medis secara langsung.

 Baca juga: Mengenal Pneumonia, Penyakit yang Diderita Jane Shalimar Sebelum Wafat karena Covid-19

Terdapat juga keuntungan kesehatan dengan menerima suntikan vaksin pneumonia pada usia lanjut, yaitu penurunan morbiditas, mortalitas, nyeri, dan penderitaan penyakit pneumonia lainnya. Lalu, meningkatkan kualitas hidup karena produktivitas dan pendapatan masih tetap diperoleh lansia karena tubuhnya sudah diimunisasi dan terlindungi dari penyakit pneumonia.

(Dyah Ratna Meta Novia)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya