Saat seorang bayi perempuan lahir, dia sudah memiliki sekitar tujuh ratus ribu hingga sejuta sel telur. Jumlah tersebut terus berkurang seiring bertambahnya usia.
Ketika mendapatkan haid pertamanya, cadangan telur ini tinggal empat ratus ribu. Penurunan yang drastis terjadi saat seorang wanita memasuki usia 35-37 tahun, apabila sel telur wanita sudah habis, maka dia tidak lagi subur.
Kondisi ini umumnya terjadi sekitar usia 40 tahun, diikuti dengan menopause sepuluh tahun kemudian. Meski demikian, usia menopause setiap wanita berbeda-beda, tergantung dari beberapa faktor, seperti riwayat penyakit dan gaya hidup.
"Beberapa wanita dapat kehilangan sel telurnya lebih cepat, dan beberapa lainnya lebih lambat," kata dr. Yassin.
Lebih lanjut dr. Yassin menjelaskan, usia seorang perempuan merupakan parameter paling sederhana sekaligus paling penting dalam memprediksi potensi reproduksinya.
Semakin muda usia seorang wanita untuk menjalani program kehamilan, seperti bayi tabung maka success rate-nya semakin besar. Sebab jumlah sel telur yang dimiliki masih lebih banyak dibandingkan pada wanita yang menjalani program kehamilan pada usia yang lebih lanjut.