Pramugari selalu mengecek kondisi sosok penumpang yang termasuk kriteria ABP itu dengan berjalan di lorong kabin.
Kamalani menegaskan, setiap pramugari dibekali ilmu untuk mengetahui sosok yang memenuhi kriteria ABP tersebut.
Tak hanya itu, Kamalani menjelaskan, pramugari juga dilatih untuk mencari tanda-tanda perdagangan manusia yang terjadi di pesawat dan melaporkannya kepada kapten penerbangan.
Kapten nanti bisa memanggil karyawan operasi di darat untuk mengetahui lebih lanjut tentang penumpang tersebut, seperti apakah mereka mempunyai tiket sekali jalan atau tidak. Berdasarkan catatan Departemen Luar Negeri, 460.000 korban perdagangan manusia diidentifikasi di Amerika Serikat antara 2012 dan 2018.
(Kurniawati Hasjanah)