JAKARTA - Hari Raya Galungan 2021 diperingati pada Rabu (10/11/2021). Galungan biasanya diperingati setiap 6 bulan sekali dalam penanggalan Bali.
Galungan merupakan hari raya umat Hindu untuk memperingati terciptanya alam semesta jaga raya berserta seluruh isinya.
Sejarah Hari Raya Galungan dirayakan adalah untuk memperingati kemenangan Dewa Indra melawan Mayadenawa atau kebaikan melawan kejahatan.
Dalam perayaannya, terdapat batang bambu yang didekorasi sedemikian rupa menggunakan daun kelapa, dan diletakkan di depan rumah. Biasanya batang bambu tersebut dinamakan Penjor.
Baca Juga:
518 Pelancong Sambangi Wisata Bromo sejak Sepekan Dibuka, Turis Asing Hanya 2 Orang
Jabal Ikmah, Gunung Batu yang Menyimpan Banyak Harta Karun
Melansir Dinas Kebudayaan Pemerintah Kabupaten Buleleng, penjor merupakan simbol dari naga basuki, memiliki arti kesejahteraan dan kemakmuran.
Penjor dipasang setelah pukul 12 siang di hari penampahan galungan, yang mempunyai makna kita sebagai manusia berperang melawan pikiran yang kotor, berperang melawan sifat negatif dan sifat ego.
Umat Hindu di Bali biasanya mengenal dua tipe penjor yakni:
1. Penjor sakral, bagian dari ucapara keagamaan. Misalnya upacara Galungan.
2. Penjor hiasan, bagian dari suatu acara yang tak ada hubungannya dengan upacara keagamaan. Misalnya penjor sebagai pesta kesenian.
Meskipun bukan hari libur nasional, wisatawan dapat merasakan suasana Galungan yang sangat kental di Bali. Pasalnya, banyak upacara-upacara keagamaan yang dilakukan berbagai tempat untuk memperingati hari raya ini.
Setelah Hari Raya Galungan, sepuluh hari kemudian, umat Hindu di Bali akan memperingati Hari Raya Kuningan, sebagai penanda berakhirnya Galungan.
(Kurniawati Hasjanah)