Karena itu, sejak Juli 2019, Pemerintah Kepulauan Seribu terus memacu pengembangan kawasan wisata bahari dengan berfokus pada empat pulau tersebut.
Landasan utama pengembangan wisata di sana adalah atraksi bahari, seperti snorkeling. Adapun untuk gelaran acara, bisa mengadopsi budaya setempat, khususnya di Pulau Panggang yang memiliki Festival Pulang Babang.
Sementara itu, terkait permasalahan sampah, terutama sampah plastik yang merusak keindahan pariwisata di Kepulauan Seribu, penanganan langsung dilakukan oleh Penyedia Jasa Lainnya Perorangan (PJLP) Suku Dinas Lingkungan Hidup Kepulauan Seribu, yang dibantu armada kapal pengangkut sampah dan gerobak motor.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga menerapkan aturan untuk wisatawan agar tidak membawa air minum dalam kemasan dan lebih menganjurkan penggunaan botol tumbler yang bisa digunakan berulang.
(Salman Mardira)