Sabar Ya! Kepri Usul Buka Perbatasan bagi Turis Singapura Tahun Depan

Antara, Jurnalis
Rabu 03 November 2021 18:01 WIB
Kawasan wisata Lagoi di Pulau Bintan, Kepulauan Riau (Foto: Antara)
Share :

PEMERINTAH Provinsi (Pemprov) Kepulauan Riau (Kepri) mengusulkan pembukaan perbatasan secara terbatas dengan Singapura untuk dua destinasi wisata yaitu Bintan Resor dan Nongsa Sensation ditunda hingga awal 2022.

"Saya tawarkan kepada teman-teman pelaku pariwisata, kalau sepakat mungkin nanti pekan kedua Januari setelah Desember sukses kita bicara dengan pemerintah pusat. Diskresi diberikan, baru kita buka," kata Guberur Kepri, Ansar Ahmad.

Awalnya pemerintah berupaya menerapkan kebijakan perjalanan gelembung (travel bubble) antara Singapura dan dua destinasi wisata di Kepri, yaitu Bintan Resor dan Nongsa Sensation pada Mei, kemudian terus diundur.

Namun, menurut Gubernur, pembukaan perbatasan untuk wisata itu sebaiknya dijalankan pada awal tahun depan, setelah melalui musim padat liburan pada Desember.

Baca juga: Pemerintah Ingin Bintan Jadi Percontohan Travel Bubble, Sudah Siapkah?

"Karena ujian kita, yang penting mengantisipasi gelombang tiga di masa Natal dan Tahun Baru, karena pengalaman gelombang dua yang menyulitkan kita sekali pada saat peak season hari raya," ucapnya.

Jika masa Natal dan Tahun Baru bisa dilalui tanpa lonjakan kasus Covid-19 lanjut Ansar, maka akan lebih memungkinkan untuk meminta beberapa pengecualian ketentuan perjalanan wisata dari luar negeri untuk Kepri.

Saat ini, lanjut dia, pemerintah pusat masih mengetatkan syarat perjalanan wisman ke Indonesia, termasuk Kepri, di antaranya ketentuan karantina selama lima hari dan PCR empat kali.

Ketentuan itu dinilai amat memberatkan bagi Kepri. Umumnya, wisman dari Singapura datang ke Kepri hanya untuk menghabiskan akhir pekan, mulai Jumat hingga Ahad, sehingga sulit apabila kewajiban karantina diterapkan.

Ia berharap nanti pada Januari 2022 pemerintah bisa memberikan pengecualian untuk Kepri dan mengganti karantina hotel atau kapal menjadi karantina wilayah.

"Karena masih point to point dulu. Sementara pilot project Bintan Resor dan Nongsa Sensation, maka mereka minta diskresi karantina kawasan," kata dia.

(Foto: Antara)

Demikian juga kebijakan empat kali PCR, juga dinilai memberatkan. Maka ia berharap PCR hanya dilakukan dua kali, yaitu saat wisman tiba di Kepri dan saat tiba kembali di negara asalnya, dan tetap dengan syarat telah divaksin Covid-19.

"Makanya kita akan usulkan bukan travel bubble, tapi vaksinasi travel atau apa. Dasarnya vaksinasi. Cukup vaksinasi dua dosis," pungkasnya.

(Rizka Diputra)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya