Pelancong Masih Sepi, Kemenparekraf Bakal Promosikan Bali di Pameran Pariwisata London

Antara, Jurnalis
Rabu 03 November 2021 16:02 WIB
Menparekraf RI, Sandiaga Salahuddin Uno (Foto: Dok. Kemenparekraf)
Share :

MENTERI Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno menyebut, partisipasi Indonesia dalam World Travel Market (WTM) London 2021 menjadi salah satu bagian untuk mempersiapkan Bali menjadi proyek percontohan pembukaan kembali perbatasan bagi wisatawan mancanegara.

Dalam mempromosikan Indonesia di ajang WTM, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) mengusung tema 'Wonderful Journery'.

"Pemerintah Indonesia melalui Kemenparekraf menjadikan WTM London 2021 sebagai ajang potensial untuk memasarkan pariwisata Indonesia ke mancanegara, dan menyambut kedatangan kembali wisatawan," kata Sandiaga dalam keterangan persnya.

Upaya ini kata dia, juga merupakan aktivitas perluasan pasar dan menjaga eksistensi Indonesia sebagai salah satu destinasi utama di Asia Tenggara untuk pasar Inggris.

Baca juga: Kenalkan Kearifan Lokal, Sandiaga Uno Kenakan Lurik Jepara & Ajak Dubes Arab Saudi Makan Basreng

Indonesia disebut tak hanya akan mengangkat lima destinasi super prioritas (DSP): Danau Toba, Borobudur, Mandalika, Labuan Bajo, dan Likupang yang telah berjalan sejak 2020. Akan tetapi, juga menyikapi perubahan peta bisnis pariwisata yang dipengaruhi perubahan permintaan dan selera pasar.

Program InDOnesia CARE atau I DO CARE akan pula disorot untuk menunjukkan bahwa protokol kesehatan (prokes) diterapkan hampir di seluruh rangkaian perjalanan wisatawan saat memasuki destinasi di Indonesia.

"Hal ini merupakan implementasi dari tiga strategi utama yang diterapkan dalam membangkitkan kembali sektor pariwisata Indonesia, yaitu inovasi, adaptasi, dan kolaborasi," sebutnya.

Baca juga: Sambut Turis Asing ke Batam dan Bintan, Sandiaga Uno Usul Penambahan Pelabuhan

Menurut Sandi, pihaknya totalitas mempersiapkan Wonderful Journey yang akan didapatkan wisatawan saat berkunjung ke Indonesia. Persiapan mencakup hal-hal yang memungkinkan wisatawan tetap dapat menikmati dan menjelajahi dengan aman selama menerapkan sistem prokes.

Hal ini disebabkan situasi pandemi yang mengubah konsiderasi, perilaku, dan tujuan berwisata. Dengan demikian, untuk menjawab pergeseran permintaan pasar, perlu mengutamakan rasa aman wisatawan.

Sementara, Deputi Bidang Pemasaran Kemenparekraf, Nia Niscaya menyatakan, pesan utama yang ditonjolkan dalam WTM London 2021 ialah penerapan protokol CHSE (Cleanliness, Healthy, Safety, and Environmental Sustainability) di setiap destinasi wisata dan kampanye #ItstimeforBali untuk menunjukkan kesiapan bali menerima wisatawan mancanegara.

Menurut Nia, pihaknya telah memanfaatkan platform digital dengan penggunaan QR code sehingga memudahkan pengunjung pameran untuk menggali lebih jauh informasi mengenai produk dan pelayanan industri pariwisata Indonesia.

Baca juga: Komentari Kasus Rachel Vennya, Sandiaga Uno: Pembelajaran bagi Pelaku Perjalanan Luar Negeri

"Melalui masa yang sangat menantang tahun lalu, saya percaya masyarakat global sudah tidak sabar untuk bepergian dan menjelajahi setiap sudut dunia sesegera mungkin. Kami berharap hadirnya Indonesia dalam WTM London dapat menjadi kesempatan untuk mendapatkan informasi terbaru yang dibutuhkan untuk merencanakan kunjungan ke Indonesia," jelasnya.

WTM merupakan salah satu pameran pariwisata terbesar di dunia sejak 1980. Pada tahun 2021, diadakan secara hybrid mulai 1 hingga 3 November 2021 Excel Centre, London, dan 8-9 November 2021 secara virtual.

(Rizka Diputra)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya