CHINA kembali melaporkan kasus flu burung H5N6. Total kini ada 3 kasus dengan detail kondisi yang tidak begitu jelas.
Kasus pertama dilaporkan terjadi pada seorang perempuan berusia 58 tahun asal Hunan. Kejadian pertama ini langsung disampaikan ke Badan Kesehatan Dunia (WHO) dan mendapat perhatian penuh lembaga tersebut.
Dalam laporannya, perempuan itu jatuh sakit pada 28 Agustus, tetapi kasusnya belum dilaporkan ke publik. Informasi yang beredar menerangkan bahwa si perempuan terpapar virus dari unggas mati.
Kemudian, kasus kedua ialah pria berusia 52 tahun dari Kota Dongguan. "Pasien saat ini dirawat di rumah sakit yang ditunjuk di Dongguan," terang laporan resmi Komisi Kesehatan Provinsi Guangdong, dikutip dari BNO News, Senin (1/11/2021). Rincian lain tentang kondisi pria itu tidak disampaikan, termasuk dari mana asal virus yang menyebabkan si pria terinfeksi.
Baca Juga : Kasus Flu Burung di China Makin Mengkhawatirkan, Ini Tanggapan Kemenkes
Kasus ketiga dilaporkan di Yangzhou di Provinsi Hunan. Seorang petani dirawat di rumah sakit dalam kondisi kritis. Pria berusia 66 tahun itu jatuh sakit pada akhir September dan sampel yang dikumpulkan dari unggas di halaman belakang rumahnya dinyatakan positif flu burung (H5), menurut WHO.
"Pejabat China hanya memberikan informasi terbatas tentang kasus flu burung H5N6 pada manusia dan seringkali membutuhkan waktu berminggu-minggu sebelum kasus dilaporkan ke publik oleh WHO," ungkap kantor berita tersebut.
"Sebagian besar kasus pertama kali dilaporkan oleh Departemen Kesehatan Hong Kong, yang memantau dengan cermat kasus manusia," lanjutnya.
Hingga sekarang, hanya ada 52 kasus H5N6 di seluruh dunia sejak 2014. Namun, 20 kasus dari mereka dilaporkan selama 4 bulan terakhir, dan lebih dari setengah dari semua kasus dilaporkan tahun ini saja.