Menjadi pertanyaan sekarang, apakah pasien pasca stroke tetap harus aktif bergerak?
Dokter Vitriana menerangkan, aktivitas fisik itu direkomendasikan untuk semua orang sebagai bagian dari hidup sehat dan bugar, termasuk penyintas stroke.
"Ketika terjadi gangguan kebugaran, ini dihubungkan dengan disabilitas dan keterbatasan fungsional pasca stroke, seperti berjalan," lanjutnya. "Nah, hubungan tersebut dapat bersifat sebab-akibat, artinya gangguan kebugaran menyebabkan atau memicu disabilitas itu sendiri," tambah dr Vitriana.
Meski begitu, dr Vitriana menekankan bahwa setiap pasien pasca-stroke akan memiliki aktivitas fisik yang berbeda antar pasien, karena latihan fisik sangat bersifat personal atau individual. "Dokter akan merekomendasikan olahraga sesuai dengan riwayat penyakit, termasuk di mana letak luka otak sebelumnya," ujarnya.
(Helmi Ade Saputra)