Di kesempatan yang sama, putri dari Pangeran Mahkota dan Putri Akishino tersebut blak-blakan mengaku sedih dan takut akan rumor tentang sosok sang suami yang beredar di publik selama ini.
“Kei disebut mengambil keputusan hanya untuk dirinya sendiri dan ada spekulasi sepihak yang mengatakan bahwa dia mengabaikan perasaanku. Saya ngeri, takut, dan sedih dengan fakta bahwa informasi palsu dianggap sebagai fakta dan rumor yang tidak berdasar telah menyebar,” tambah Mako.
Sebagai akibat dari tekanan kuat dari publik terkait hubungan asmaranya dengan Komuro Kei yang adalah rakyat biasa, hingga masalah keuangan yang membelit ibunda Kumuro. Imperial Household Agency Jepang menginformasikan pada awal Oktober ini, Mako sampai didiagnosa menderita post-traumatic stress disorder (PTSD).
Mako dan Komuro sendiri pertama kali berkenalan saat sama-sama berkuliah di International Christian University, Tokyo. Setelah itu, Mako dan Komuro berpacaran selama lima tahun dan memutuskan untuk bertunangan pada September 2017.
Imperial Household Agency mengatakan Mako dan Komuro akan pindah ke New York sesegera mungkin setelah Mako mengantungi paspor dan visa. Sambil menunggu hasil ujian pengacara Komuro di Amerika Serikat, yang harus diperoleh oleh Komuro sebelum akhirnya bisa bekerja sebagai pengacara professional.
(Dyah Ratna Meta Novia)