"Kejadian stroke itu bisa terjadi pada usia 15 tahun ke atas, dengan kasus terbanyak ada di kelompok usia 75 tahun sekitar 50,2%," terangnya dalam konferensi pers virtual dalam rangka Hari Stroke Sedunia 2021, Kamis (28/10).
Terkait dengan kasus dilihat dari jenis kelamin, dr Ervina mengungkapkan bahwa laki-laki persentasenya lebih tinggi yaitu 11 persen, dibandingkan perempuan yaitu 10,9%. Lalu, soal kejadian kasus, masyarakat kota menempati posisi terbanyak yaitu 12,6 persen kasus stroke-nya, dibandingkan penduduk desa dengan angka kasus 8,8 persen.
Nah, sebagai edukasi kepada masyarakat dr Ervina coba menerangkan gejala dan tanda-tanda stroke yang bisa dikenali dengan mudah oleh masyarakat awam. Lewat slogan 'SeGeRa Ke RS', berikut ini gejala dan tanda stroke:
1. Se: Senyum tidak simetris (mencong ke satu sisi), tersedak, sulit menelan air secara tiba-tiba.
2. Ge: Gerak separuh anggota tubuh melemah tiba-tiba.