"Suami saya dan saya telah menghabiskan berjam-jam menempatkan sebanyak mungkin yang hidup di laut, ada sesuatu yang sangat, sangat salah di sini. Ini telah berkembang selama beberapa pekan, di sepanjang pantai kami dan tidak ada yang melakukan apapun. tentang itu," tuturnya.
Pasangan tersebut telah tinggal di daerah itu selama 21 tahun dan belum pernah melihat pemandangan langka di sana bahkan setelah air pasang atau badai.
Seorang juru bicara badan lingkungan hidup mengatakan kepada TeessideLive, mereka sedang memertimbangkan apakah insiden polusi mungkin menjadi penyebabnya.
Baca juga: Asyik Main Boogie Board di Pantai, Pria Paruh Baya Digigit Hiu
"Kami bekerja dengan mitra di Pusat Lingkungan, Perikanan dan Budidaya dan Otoritas Konservasi Perikanan Pesisir Timur Laut untuk menyelidiki mengapa ratusan kepiting mati terdampar di sepanjang pantai di Muara Tees dan pantai-pantai sekitarnya," kata sang pemerhati lingkungan.
“Sampel air, sedimen, kerang dan kepiting telah dikumpulkan dan dikirim ke laboratorium kami untuk dianalisis, untuk memertimbangkan apakah insiden polusi dapat berkontribusi pada kematian hewan. Kami juga telah berbagi sampel dengan laboratorium CEFAS untuk analisis penyakit," sebutnya.
(Rizka Diputra)