"Apakah spesies dilaporkan dalam jumlah yang lebih tinggi karena orang akhirnya dapat mendengar burung tanpa kebisingan lalu lintas, atau apakah ada perubahan ekologis nyata dalam jumlah burung yang ada?"
Para ahli memang menemukan bahwa beberapa spesies kecil kemungkinannya terlihat di dekat habitat manusia, seperti elang ekor merah. Mungkin saja ini karena lebih sedikit hewan yang terbunuh imbas sedikitnya volume mobil di jalan.
Namun, hasilnya terlihat di seluruh spektrum dari yang lebih besar ke kecil menunjukkan bahwa peningkatan jumlah itu benar karena alasan selain lingkungan yang lebih tenang.
Baca juga: 5 Destinasi Wisata Birdwatching Terbaik di Indonesia, Pemandangannya Keren Burungnya Banyak
(Foto: Getty Images)
"Hasil kami menunjukkan bahwa aktivitas manusia memengaruhi banyak burung di Amerika Utara dan menunjukkan bahwa kami dapat membuat ruang perkotaan lebih menarik bagi burung dengan mengurangi lalu lintas dan mengurangi gangguan dari transportasi manusia setelah kami keluar dari pandemi," tulis para peneliti dalam studi tersebut.
Studi tambahan diperlukan untuk mengetahui apakah perilaku tersebut merupakan bagian dari perubahan jangka panjang oleh burung. Para ahli akan melihat rentang hidup mereka, ukuran populasi dan masukan lainnya untuk menentukan bagaimana burung bereaksi terhadap kehadiran manusia.
"Memiliki begitu banyak orang di Amerika Utara dan di seluruh dunia yang memerhatikan alam sangat penting untuk memahami bagaimana satwa liar bereaksi terhadap kehadiran kita," ujar peneliti, Michael Schrimpf.
(Rizka Diputra)