Batik parang kusumo dari Solo dengan gambar yang sedikit lebih ramping dari Yogyakarta ini, biasa digunakan dalam acara tukar cincin. Tidak hanya itu, saat ini, batik parang kusumo juga telah dimodifikasi menjadi ragam fesyen yang dapat digunakan di berbagai acara.
4. Batik Sekar Jagad, Solo dan Yogyakarta
(Foto: Instagram/@batikkerisemas)
Sekar jagad berasal dari kata ‘Kar’ yang berarti peta dalam bahasa Belanda dan ‘Jagad’ yang memiliki arti dunia di bahasa Jawa. Oleh karena itu, sekar jagad bermaksud untuk melambangkan keberagaman yang ada #DiIndonesiaAja maupun dunia. Selain itu, sekar jagad juga mempunyai arti keindahan. Sehingga, siapa saja yang mengenakan batik dengan motif ini terlihat memesona.
Ciri khas dari motif sekar jagad ialah gambar berupa perulangan geometris yang diletakkan secara bersisian, sehingga ada juga yang menyebutnya seperti deretan pulau-pulau. Motif batik yang telah berkembang sejak abad ke-18 ini telah dimodifikasi menjadi ragam fesyen, yang kerap menjadi andalan dalam berpakaian.
5. Batik Ulamsari Mas, Bali
(Foto: Instagram/@wirawanbatik)
Satwa laut berupa ikan dan udang menjadi ciri khas motif ulamsari mas yang berasal dari Bali. Bukan tanpa alasan, ikan dan udang menjadi simbol bagi alam bawah laut yang merupakan salah satu sumber mata pencaharian masyarakat Bali sebagai nelayan. Dengan begitu, motif ulamsari mas ini dapat diartikan sebagai simbol kesejahteraan masyarakat pesisir Bali.