PREVALENSI obesitas, stunting dan anemia pada wanita hamil masih sangat tinggi di Indonesia. Sudah saatnya Indonesia mengembangkan pangan lokal untuk perbaikan gizi.
Komite Indonesia di UNFFS Kementerian Pertanian Handewi Saliem mengatakan, Indonesia perlu membangun sistem pangan yang tangguh dan inklusif untuk meningkatkan gizi dan mencapai zero hunger. Salah satunya yakni mengangkat pangan lokal.
"Pangan lokal di sini adalah pangan yang diproduksi di wilayah atau area tertentu. Indonesia punya biodiversity yang sangat kaya misal sumber karbohidrat," ujarnya dalam acara The Post 2021 UN Food System Summit: An Indonesia Perspective.
Handewi menyebut, sumber karbohidrat yang baik untuk perbaikan gizi tidak hanya beras. Indonesia memiliki sagu, ubi kayu, talas, ubi jalar dan sebagainya.
Sementara itu, Direktur Pangan dan Pertanian BAPPENAS Anang Noegroho menambahkan, masyarakat juga perlu terlibat untuk mengatur strategi agar kelanjutan sistem pangan berjalan dengan baik. Apalagi banyak keanekaragaman hayati pangan yang bergizi dan bermanfaat.
"Keanekeragaman ini menjadi penting jadi rujukan bagaimana kita bisa produksi pangan dan rantai pasoknya. Karena sasaran utama kita menginginkan diet yang lebih imbang aman dan beragam," tutupnya.
(Martin Bagya Kertiyasa)