SEBUAH pohon palem berusia 200 tahun terletak di dalam rumah kaca. Pohon tua tersebut harus ditebang jika daunnya menghancurkan atap rumah tersebut.
Melansir BBC, pohon itu memiliki tinggi 60 kaki dan diyakini sebagai tanaman tertua di Royal Botanic Garden Edinburgh.
Pohon pertama kali diambil dari Bermuda lalu dikirim ke Jerman sebelum muncul di Pelabuhan Leith pada tahun 1810.
Simon Allan telah merawat pohon palem sabal selama satu dekade. Pria tersebut mengaku sedih atas penebangan pohon demi perbaikan bangunan.
Baca juga: Lagi Enak-Enak Berjemur, 7 Turis Apes Tertimpa Pohon di Hawaii
(Foto: RBGE/Lynsey Wilson)
“Pohon bisa hidup selama 20 hingga 30 tahun lagi. Sedih sekali,” katanya.
"Untuk usianya terlihat bagus tapi tidak seperti dulu,” ucap Simon menambahkan.
Tanaman ini selalu disiram setiap hari menggunakan air berbahan dasar rumput laut. Ditambah pula dengan kompos segar setiap tahunnya.
Pohon palem terlalu besar untuk dipotong utuh. Maka pohon rencananya akan ditebang minggu depan.
Para ahli di kebun raya mengatakan bahwa pohon tersebut sudah mendekati akhir hidupnya. Pohon palem ditebang karena mengancam akan menembus kanopi di rumah kaca.
“Ini adalah kesempatan untuk memulai dari awal dan kami memiliki ratusan keturunannya sebagai bibit, yang kami budidayakan,” tutur Simon.
Di alam liar khususnya di tempat yang terlindungi, pohon palem sabal bisa hidup hingga 200 tahun. Namun badai sering menimpa mereka sebelum tumbuh besar.
(Rizka Diputra)