“Kami memang butuh pelatihan ini, karena kami berhubungan langsung dengan wisatawan, dengan adanya pelatihan pengembangan wawasan kami bisa mengajak wisatawan berkeliling kawasan candi, tidak hanya sekadar mengantar wisatawan masuk ke dalam Candi,” kata Fiki.
Tidak semua pelaku becak wisata di Candi Muaro Jambi mendapat pelatihan pengembangan wawasan. Untuk tahap pertama ada sekitar 30 orang pelaku becak wisata yang akan mendapatkan pelatihan wawasan.
Ia menjelaskan, pelaku becak wisata yang mengikuti pelatihan yakni pelaku becak wisata yang memiliki potensi, masih berusia muda dan komunikatif.
“Pelaku becak wisata di Candi Muaro Jambi ada 47 armada, namun yang mengikuti pelatihan hanya 30 orang, karena di pilih yang memiliki potensi dan pelaku becak yang sudah berusia tua juga menyarankan hal demikian,” pungkasnya.
(Rizka Diputra)