Australia Luncurkan Paspor Vaksin Internasional, Berikut Kegunaannya

Anisa Suci Maharani, Jurnalis
Kamis 16 September 2021 18:01 WIB
Ilustrasi (Foto: DW)
Share :

MASYARAKAT Australia akan diberikan izin baru untuk perjalanan ke luar negeri, setelah Pemerintah Federal mengumumkan telah memilih perusahaan TI untuk mengembangkan teknologi paspor vaksin digital.

Dalam pernyataan bersama dengan Menteri Stuart Robert dan Menteri Dalam Negeri Karen Andrews, paspor vaksin digital yang dikembangkan oleh perusahaan IT Accenture, akan menggantikan kartu cetak penumpang dan formulir web Deklarasi Perjalanan Australia Covid-19.

Paspor vaksin pada dasarnya akan mendeteksi status vaksinasi penumpang hingga 72 jam sebelum naik. Informasi yang diperoleh dalam pass seperti status perjalanan, kesehatan, dan vaksin dapat dibagikan dengan Pemerintah Federal dan pihak berwajib.

“The Digital Passenger Declaration (DPD) akan mendukung pembukaan kembali perbatasan internasional Australia dengan aman, dengan memberikan rincian vaksinasi Covid-19 yang diverifikasi secara digital,” kata Andrews dalam sebuah pernyataan.

Baca juga: Curhat WN Australia Terjebak di Negara Orang, Sampai Kapok Nikah di Luar Negeri

“Ini akan membantu kami untuk menyambut kedatangan warga Australia yang jumlahnya semakin banyak. Kami juga menyambut para turis, pelancong, pelajar internasional, pekerja kreatif, serta teman dan keluarga dari luar negeri yang telah kami rindukan selama pandemi,” tuturnya.

Tender yang diberikan kepada perusahaan IT Accenture diperkirakan bernilai sekitar 75 juta USD. Pengguna DPD dapat melengkapi dokumen digital di perangkat seluler atau komputer mereka.

Pengumuman tersebut merupakan langkah besar pertama yang dibuat oleh Pemerintah Morrison. Pemerintah telah menggarisbawahi bahwa perjalanan internasional akan dilanjutkan setelah vaksinasi di negara tersebut mencapai 80 persen untuk populasi di atas 16 tahun.

Berdasarkan tingkat vaksinasi saat ini, Covid Live memperkirakan Australia akan mencapai target itu pada pertengahan November.

“Ketika kita mencapai tanda vaksinasi 70 persen atau 80 persen, warga Australia akan dapat melakukan perjalanan ke luar negeri lagi dan juga warga Australia akan dapat kembali ke rumah dalam jumlah yang lebih besar,” ucap Menteri Pariwisata, Dan Tehan.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya